Maafkan, lalu Lupakan…

4 11 2008

Di dalam film yang berjudul Sang Murabbi (2008), KH. Rahmat Abdullah yang diperankan oleh Irwan Renaldi berkata kepada kakaknya (atau adiknya, saya lupa) yang sedang mempunyai masalah dengan dua orang preman teman menyabung ayamnya,

“Ada dua hal yang harus selalu kamu ingat, perbuatan baik orang lain terhadap kamu, dan perbuatan burukmu terhadap orang lain. Dan juga ada dua hal yang harus kamu lupakan, perbuatan buruk orang lain terhadap dirimu, dan perbuatan baikmu terhadap orang lain…”

Dua patah kalimat yang sederhana memang. Tapi itulah sebenarnya yang menjadi keluhuran akhlaq dan kunci komunikasi seorang Mukmin terhadap saudaranya yang lain, mudah memaafkan
dan berempati. Pada implikasinya, ternyata sepasang kalimat di atas tidak semudah mengucapkannya. Perlu kecerdasan emosi
yang tinggi untuk bisa melakukannya ^^. Kecerdasan emosi yang dibutuhkan pun akan berbeda, base on siapa objek yang sedang kita hadapi.

Dua patah kalimat diatas akan mudah kita aplikasikan dalam hidup kita apabila yang kita hadapi adalah orang-orang yang kita sayangi – dan juga menyayangi kita. Orang tua kita, saudara kandung kita, murabbi kita, teman dekat kita, atau istri kita, tentunya akan mudah bagi kita untuk memaafkan kesalahan-kesalahan mereka, berusaha mengingat-ingat kebaikan mereka, dan seterusnya. Namun, lain halnya apabila yang sedang kita hadapi adalah orang yang memang benar-benar banyak “merugikan” hidup kita. Bagaimana bisa kita mengingat-ingat kebaikan mereka dan melupakan keburukan-keburukan mereka sementara jumlah kebaikan yang telah mereka lakukan jauh lebih sedikit daripada keburukan yang telah mereka lakukan terhadap kita?

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAWW suatu hari pernah menyebut-nyebut salah seorang sahabat beliau sebagai penghuni surga. Abdullah bin Amr bin Ash yang saat itu sedang bersama Rasulullah SAWW diliputi perasaan penasaran, bagaimana sang sahabat tersebut bisa disebut oleh Rasulullah SAWW sebagai penghuni surga. Ia pun akhirnya meminta izin kepada sahabat tersebut untuk ikut menginap di rumahnya agar ia bisa mengetahui amal shaleh apa yang menyebabkan sahabat tersebut disebut-sebut oleh Rasulullah SAWW sebagai penghuni surga. Kemudian sang sahabat pun mengizinkan.

Tiga malam telah dilalui, ternyata Ibnu Umar tidak melihat suatu yang istimewa dari sahabat tersebut dalam ibadahnya. Akhirnya, ia pun berterusterang kepada sang sahabat perihal keingintahuannya mengenai ibadah istimewa yang telah dilakukan sang sahabat yang membuatnya disebut penghuni surga oleh Rasulullah SAWW. Sang sahabat kemudian menjawab bahwa apa yang ia amalkan setiap hari tidak lebih dari apa yang Ibnu Umar saksikan. Hanya saja, ia kerap melakukan evaluasi diri
menjelang tidurnya setiap malam, lalu ia hapus semua rasa gundahnya pada sesama Muslim. Dengan itulah sang sahabat tersebut menjadi penghuni surga, bahkan ketika ia masih di dunia..

See? Tidak sulit menggapai kunci untuk menjadi penghuni surga. Namun juga tidak mudah. Maafkanlah kesalahan, lupakan, dan sebarkanlah kebaikan.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan
(hartanya di jalan Allah), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya
dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (QS. Ali Imran 133-136)

(terinspirasi dari sebuah pengalaman pribadi: ada orang yang dirasa terusss merugikan hingga suatu saat orang tersebut melakukan sebuah kebaikan, yang dengannya Allah SWT menggetarkan hati ini, kemudian menggerakan tangan ini untuk menulis sesuatu. Alhamdulillah ‘alaa kulli haal)

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: