TUHAN 9 CENTIMETER

15 12 2008

Indonesia adalah surga yang luar biasa ramah bagi para perokok..
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok..

Di sawah petani merokok..
di pabrik pekerja merokok..
di kantor pegawai merokok..
di kabinet menteri merokok..
di parlemen anggota DPR merokok..
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok..
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok..
di perkebunan pemetik buah kopi merokok..
di perahu, nelayan penjaring ikan merokok..
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok..
di pekuburan sebelum masuk kubur merokok..

Indonesia adalah semacam sorga sangat ramah bagi perokok..
Tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok……..

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok..
di ruang kepala sekolah ada guru merokok..
di kampus mahasiswa merokok..
di ruang kuliah dosen merokok..
di rapat POMG orang tua murid merokok..
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok..??
Di angkot Kijang penumpang merokok..
di bis kota sumpek yang berdiri-yang duduk orang bertanding merokok..
di loket penjualan karcis orang merokok..
di kereta api penuh sesak orang festival merokok..
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok..
di andong Yogya kusirnya merokok..
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok..

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok..
Tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok..
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita..

Di pasar orang merokok..
di warung Tegal pengunjung merokok..
di restoran di toko buku orang merokok..
di kafe di diskotik para pengunjung merokok..

berbicara kita jarak setengah meter tak tertahankan asab rokok..
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok..

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di halte bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV- AIDS..

Indonesia adalah surga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia..
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa secara pasifpun kena

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok..
di apotik yang antri obat merokok..
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok..
di ruang tunggu dokter pasien merokok.. dan ada juga dokter-dokter merokok..
Istirahat main tenis orang merokok..
di pinggir lapangan voli orang merokok..
menyandang raket badminton orang merokok..
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok..
panitia pertandingan balap mobil..
pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki
sponsor perusahaan rokok..

Di kamar kecil atau toilet orang goblok merokok..
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok..
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok..

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.

Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya..

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.

Pada saat sudah beberapa orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba..

berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya..

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini..

rokok memang telah menjadi tuhan bagi sebagian orang…

 

* Sebuah puisi karya seorang begawan puisi Taufik Ismail

Advertisements




Suatu Saat dalam Sejarah Cinta Kita

13 11 2008

suatu saat dalam sejarah cinta kita
raga tak lagi saling membutuhkan
hanya jiwa kita sudah lekat menyatu
rindu mengelus rindu

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita hanya mengisi waktu dengan cerita
mengenang dan hanya itu
yang kita punya

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita mengenang masa depan kebersamaan
kemana cinta kan berakhir
di saat tak ada akhir

(tulisannya Ust Anis Matta.  untuk sahabat-sahabat dekat di masa kuliah dulu,

Gibul, Fikri, Kang Imron, Jumadi –

semoga tetap enjoy ketika bertemu di waktu puluhan tahun yang akan datang, insya Allah)





Munajat

31 10 2008

Ya Allah, Engkaulah yang telah menciptakan Rasa ini dalam hatiku
Lalu Engkau yang menciptakan rasa sedih dan gelisah dalam hatiku

Engkaulah yang Maha Benar, Engkaulah yang Maha Berkehendak, Yang Maha Berkuasa, Maha Bijaksana
Lalu Engkaupun yang Maha Baik,,,Engkau telah memperlakukan ku sangat baik, Ya Allah,,,aku bersyukur kepadaMu,,,
Semua ini terjadi atas kehendak Mu,,,atas rencana sempurna yang Engkau buat,,,

Hamba ini hanyalah hambaMu,,,
Sedang Engkau adalah Tuhanku,,,

Hamba hanyalah hamba,,,
Engkau adalah Tuhan,,,

Ampuni dosa hamba,,,kekhilafan hamba,,,
Kuatkanlah keimanan hamba,,,ketaqwaan hamba,,,
Hamba memohon kepada Mu agar sedih dan gelisah ini menjadi kafarat atas dosa-dosa yang hamba lakukan,,,
Menjadi jalan bagi hamba untuk lebih dekat lagi kepada Mu,,,
Hamba memohon kebaikan dari segala yang sedang terjadi ini kepadaMu ya Allah,,,
Hamba berlindung dari keburukan yang dibawanya, ya Allah,,,

Cukuplah bagi hamba diriMu Ya Allah
Tempat mengadu, memohon, berlindung dan memohon pertolongan
Sesungguhnya hamba ridha terhadap segala yang Engkau lakukan
Radhiitu billaahi rabba, wa bil islaami diina, wa bi muhammadin nabiyya wa rasula
Sesungguhnya aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad saww sebagai nabi dan rasulku..

Hasbiyallah…Hilangkanlah sedih ini…Hilangkanlah gelisah ini…
Gantilah semua yang telah luput dengan yang terbaik bagiku di mataMu…
Aamiin Ya Allah..

Hamba berkhuznuzhan kepadaMu,,

sesungguhnya Engkau bersama prasangka hambaMu… ^_^

Juli, 2008

(friska,,, ichlas frisss,,, n_n)





oRang bodoh

17 10 2008

bada tahmid wa shalawat…

Ini adalah hidupku sekarang
Penuh dengan kegiatan, pikiran dan tanggungjawab yang tak pernah terpikirkan sebelumnya
Orang bilang, aku adalah aktifis

Hooh.. aku pun menghela nafas..
Ternyata tidak mudah yaa…
Disaat-saat tertentu, tanggungjawab ini terasa berat
Aku pun teringat pada masa lalu ku dulu
Menjadi orang yang biasa
Ya, orang biasa…

Ternyata hidup itu indah apabila di pikiran kita hanya memikirkan kepentingan kita saja
Keselamatan kita
Kesenangan kita

Tapi, bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak berbuat baik kepada manusia lain?
Bagaimana ini…..

Aku pun bertanya kepada diriku sendiri…
Mau kemanakah aku sekarang?
Kembali ke masa lalu yang penuh dengan kesenangan?
Atau ke masa dimana perang ideologi dan pertentangan kepentingan terus terjadi?
…..aku hanya diam,,,

Kini aku mengerti, mengapa Umar bin Khathab ra. sering menangisi segenggam tanah atau sebatang rumput…
Semakin tinggi kekuatan yang dimiliki, semakin berat tanggungjawab yang diemban…
Saat ini bukan waktunya untuk senang…
Kesenangan itu hanyalah pada saat kita menghadap Tuhan Yang Maha Agung dengan wajah yang berseri-seri…
(Ya Allaah…aku merindukan masa itu, Ya Rabbii………)

Orang itu bisa saja kelelahan…
Atau mungkin beristirahat sejenak…
Tapi bukan untuk berhenti disini
Perjalanan masih panjang
Dan tujuan harus selalu dikejar
Itu pasti…
Karena hanya oRang bodoh yang mau berkompromi dengan idealismenya sendiri

Bandung, April 2007

funfunfun





Perjalanan yang Terus Menaik

16 10 2008

Perjalanan dakwah ini memang bukanlah suatu jalan yang menurun. Disaat kita mengazzamkan diri di dalam jalan ini, disanalah Allah membuka cobaan yang belum pernah kita duga sebelumnya. Seakan-akan cobaan berada dimana-mana mengelilingi kita, tidak seperti pada saat kita menjadi “orang biasa”. Tapi dengan cobaan-cobaan itulah, Allah Membuka pintu amal kebaikan selebar-lebarnya bagi siapa saja yang menginginkannya. Disana juga Allah Melatih dan Mendidik diri-diri ini agar menjadi insan yang lebih baik, insyaAllah. Jadi, janganlah bersedih hati terhadap cobaan-cobaan yang mendera ini. Bisa jadi, inilah salah satu cara Allah untuk Mengungkapkan rasa cinta-Nya kepada hamba-Nya yang beriman. Bukankah bisa jadi sesuatu itu buruk, tidak menyenangkan di mata kita padahal sesungguhnya di pandangan Allah sesuatu itu baik bagi kita?

Semoga Allah Menyelamatkan hatiku dari benih-benih kemunafikan, sifat ujub, takabur, riya dan segala keburukan yang bisa timbul dari tulisan ini. Milik Allah-lah segala cobaan yang datang bersama jalan keluarnya, diri ini beserta segala sifat baik dan buruk yang terkandung di hatinya, dan semua yang ada di alam semesta raya ini yang seakan tak terbatas luasnya karena batas-batasnya belum pernah diketahui oleh ilmu yang dimiliki manusia -semuanya bergerak karena Dia-lah yang Menggerakan semua-. Hanya kepada-Nyalah kita semua bertawakkal.

Semoga Allah Memberikan kemudahan bagi siapa saja yang sedang mengalami kesusahan.amin.